Tahun 1995 ketika merayakan 50 tahun Indonesia merdeka, saya masih lulus SMP waktu itu melihat TV dengan decak kagum. Indonesia bisa bikin montor mabur!! (Pesawat terbang!! Gak semua negara bisa bikin lho). Pak Habibie mendampingi pak Harto ketika acara terbang perdana pesawat N250 itu.
Moment itu seperti terulang kemarin sore, saya duduk semeja dengan Pak Habibie dan beberapa tamu lain.
Usia sudah 81 tahun, tangan beliau megang mic sudah bergetar, tapi semangatnya nembus ke jantung! Makjleb.
“Kita mampu bikin pesawat ini, selama ini kita hanya jadi konsumen dari negara lain, padahal anak-anak bangsa ini bisa mewujudkannya. Teknologinya ada, sumber daya ada”, Pak Habibie menjelaskan
Saya mencari data tentang pesawat R80 ini, yang dirancang menjadi pesawat baling-baling canggih pesaing ATR 72 buatan Prancis yang saat ini wira-wiri di langit Indonesia dipakai maskapai Wings Air dan Garuda Explore. R80 kapasitasnya lebih banyak dibanding ATR, muat 80-90 penumpang, pembuat rancangannya adalah PT. Regio Aviasi Industri (RAI) yang didirikan oleh pak Habibie dan putranya Ilham Habibie.
Lalu kenapa harus mengajak masyarakat patungan mendukung pesawat ini?
“Dulu pesawat pertama yang dibeli Indonesia juga patungan, bukan tidak mungkin sekarang kita bangkitkan lagi semangat itu! Uang yang dikumpulkan dari masyarakat bisa jadi tidak cukup untuk membuat prototypenya, kami terus mencari sumber dana lainnya, tapi dengan aksi ini kita punya bukti bahwa rakyat Indonesia mendukung proyek kebanggaan ini..” lanjut pak Habibie
Pertemuan sore itu ditutup pak Habibie dengan sebuah kalimat bergetar:
“Jika saya besok harus menyusul ibu Ainun, menyusul pak Harto, menyusul bung Karno... kalianlah yang harus melanjutkan proyek ini jadi kebanggaan Indonesia”
Lebih dari 7600 orang ikut mendukung crowdfunding Pesawat R80 dan terkumpul lebih dari Rp 2,8M hingga saat ini.
Saptuari, dan puluhan publik figur lain juga turut mendukung program ini dengan membuat halaman dukungan di Kitabisa

Posting Komentar